Kamis, 14 Agustus 2014

[update] Bahasa Banjar Yang Bisa Bikin Salah Kaprah... Part 2


Berawal dari komeng (komen maksudnya... he3x..) dari Agan Yosie Herwandy di postingan blog saya sebelumnya, saya jadi "sedikit tertantang" untuk mencari lagi apa-apa saja kosakata Bahasa Banjar yang bisa memiliki kesamaan kata namun berbeda dalam makna sehingga bisa menimbulkan salah kaprah bagi yang Non Banjar. Tanpa banyak cingcong ini dia apdet-tan nya...

Dua
Dua dalam Bahasa Indonesia artinya bilangan ganda, dobel, setelah satu sebelum tiga. Dalam Bahasa Banjar Dua juga berarti dengan atau bersama.Contoh dalam kalimat "Aku semalam ke Banjar dua Mama" artinya "Aku semalam (pergi) ke Banjar bersama Mama/Ibu".

Halus
Dalam Bahasa Indonesia Halus berarti lumat, dan juga bisa berarti tidak kasar;lembut;licin dan juga tidak tampak. Sedang dalam Bahasa Banjar Halus artinya kecil. Contoh dalam kalimat "Kanakan halus jangan ribut dalam mesjid!" artinya "Anak kecil jangan ribut (di)dalam mesjid".

Buat
Arti dari Buat dalam Bahasa Indonesia adalah Bikin;kerjakan;lakukan. Sedang dalam Bahasa Banjar Buat artinya (me/di)masuk(kan). Contoh kalimat "Duit buat dalam kantong selawar!" artinya "Uang masukan ke dalam kantong celana"

Daur
Dalam Bahasa Indonesia Daur berarti peredaran;fase. Sedang dalam Bahasa Banjar Daur artinya Ribut; keributan. Contoh dalam kalimat "Disini jangan beolah daur!" artinya "Disini jangan bikin  keributan."

Garing
Dalam Bahasa Indonesia Garing artinya kering dan keras. Sedang Bahasa Banjar Garing artinya Sakit (lebih spesifiknya terkena penyakit). Contohnya... Cerita aja ya Gan! he3x... Saya punya teman orang nonBanjar, suatu hari saya bercerita kalau salah satu teman saya ada yang sakit "Si (sebut saja) Mahmud kada (bhs. Banjar-tidak) kesini, lagi garing!" dan disahut teman saya yang nonBanjar "Kalau garing ya siram saja pakai air, beres to?" dan ngakak lah saya se-ngakak-nya! :-D


Untuk
Dalam Bahasa Indonesia artinya kata depan menyatakan bagi, sedang Bahasa Banjar... Untuk adalah nama salah satu jenis kue (wadai bahasa Banjar-nya). Penasaran sama bentuknya? ne dia...


Ada dua variasi wadai untuk, pakai isian sama yang tanpa isian. Yang tanpa isian dinamakan Untuk Buta sedang yang ada isinya Untuk Behinti. dan isian nya juga macam2. ada kacang ijo, parutan kelapa dengan gula merah, dan yang inovatif pakai isian keju.

Padu
Padu dalam Bahasa Indonesia artinya padat;sudah bercampur;menyatu. Sedang dalam Bahasa Banjar Padu artinya dapur. Dapur sendiri kalau Urang Banjar sendiri sebenarnya nama salah satu alat masak khas tradisional terbuat dari tanah liat dan digunakan umum-nya untuk memanggang.. ya...barbeque grill-nya Urang Banjar lah! he3x.. Bentuk nya? ne dia...


Kembali ke "padu", ada cerita lucu yang pernah saya dengar... Pada suatu hari ada kunjungan pejabat ke desa-desa di Kalimantan Selatan, Sang Pejabat pun lalu berpidato... "Masyarakat sekalian, untuk memperkuat rasa kesatuan dan persatuan kita, maka kita harus bersatu padu!" ....dan.. bergumam lah masyarakat "amun (bhs. Banjar-kalau) kita bersatu padu, tumbur (bhs. Banjar-ribet/heboh) kena (bhs.Banjar-nanti) bemasakan sekampungan?" he3x...

Motor
Motor bagi sebagian kita maksudnya adalah sepeda motor, sedang bagi Urang Banjar Motor maksudnya adalah Mobil. Jadi bila ada Urang Banjar berkata "Tadi aku kesini naik motor" bisa jadi maksudnya "kesini naik mobil". Itu sebabnya bila saya ikut bercakap-cakap dan ada yang mengatakan "motor" saya sering bertanya "motor Banjar kah, Motor Indonesia kah?" untuk memastikan motor yang dimaksud sepeda motor atau mobil. he3x..

Jurang
Menurut kamus Bahasa Indonesia Jurang adalah lembah yang dalam dan sempit serta berdinding curam. Kalau Bahasa Banjar, Jurang artinya menurut saya atau kata saya. Jurang sendiri sebenarnya adalah sebuah singkatan dari Ujar Surang itu sebabnya Jurang bisa diartikan menurut saya dalam Bahasa Banjar. Contoh dalam kalimat "Jurang lewat kiri, malah lewat kanan tesasat (bhs. Banjar-kesasar) jadinya".

Nyawa
Nyawa dalam Bahasa Indonesia artnya roh; jiwa. Sedang dalam Bahasa Banjar Nyawa artinya Kamu, cuma agak kasar, mungkin bisa diartikan eluh, elo. Kamu dalam Bahasa Banjar memang ada 3 tingkatan. Pian untuk bahasa halusnya, Ikam untuk bahasa pasaran-nya dan Nyawa untuk bahasa kasarnya.

Pacul
Yang ini mungkin dengan Wong Jowo salah kaprah-nya. Dalam Bahasa Jawa Pacul artinya cangkul, sedang Urang Banjar Pacul itu artinya lepas. Contoh dalam kalimat??? ah sekalian aja sama yang di bawah ya... lucu soalnya... he3x

Butuh
Save the best one in the last!!! he3x... ini dia salah kaprah terlucu yang pernah saya temui dengan kosakata Bahasa Banjar. Butuh dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya perlu;memerlukan. Sedang dalam Bahasa Banjar artinya.... (maaf) Penis! He3x.... dan cerita salah kaprah yang terjadi adalah ketika seorang PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) yang berasal dari Jawa pertama kali diterjunkan ke desa di Kalimantan Selatan.. Ada petani yang kemudian bertanya tentang pengolahan lahan, dan berkata lah sang PPL "Oh kalau begitu anda butuh pacul" dan.... Tersinggunglah sang petani "Butuh pacul Butuh pacul!!! Butuh nyawa nang dipacul!!!" dan tertawalah saya dengan begitu lepasnya setelah mendengar cerita nyata ini (PPL bersangkutan yang bercerita kepada saya). Jadi hati-hati ya kalau bertemu Urang Banjar, jangan ngomong Butuh-butuh, entar disangka porno! he3x...

Yap! Begitu lah apdet-an kali ini, mungkin kalau ada "bahan" lagi bakal di apdet lagi, kalau tidak ada... ya kita bahas artikel yang lain. He3x...

Gambar: Ngubek internet (digunakan hanya untuk kepentingan informasi non komersial)

14 komentar:

  1. lacu juga.
    begitupun saya ketika awal ke kalimantan banyak banget di kerjai orang.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  3. Hahaha, umpat singgah min ae nah, ada kisah orang jawa katuju makan untuk min ae, batakun lawan buhan nya wadai apa jer ? di padahi buhan nya itu te katungkang ngaran nya jer, apa ka pasar wadai jer manakunakan lawan acel, ada bajual katungkang kah bu ? wkwkkwkw tahulah min lawan katungkang hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tampurung niur iya lah? Hahahaha...

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... Salah kaprah yang membahayakan!
      Iya! Masih banyak sebenarnya, cuma kadang pas mau di post lupa.. He3x..
      Sip! Tunggu aja! Semoga bisa secepatnya

      Hapus
  5. Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  6. hahaha
    asli loco2 min lah :v
    sama kaya tajarungkup, tagugur, tajuramba, tajungkang, dan lain2 wkwk

    BalasHapus
  7. tambahan gan...
    usiri artinya suruh tamu masuk..
    ada satu kisah lucu ketika saya dan teman saya dirumah..
    pada waktu itu saya ke wc dan cuma teman saya dirumah saya bilang ke teman saya "bud klo ada orang pln di usiri yah.."
    kata budi "oke boss"tak lama kemudian pln datang dan mereka bilang"mas jail ada gak?"oh gak ada mas"kata budi, dam saya keluar dari wc dan saya bilang"ada pln kah tadi bud?"budi bilang "dah saya usir orangnya"kata saya "edan loe, kenapa gak suruh masuk tu orang?"haha
    bahasa banjar juga di pakai di samarinda gan, jadi orang samarinda gak asing sama bahasa ini..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha... Kacau! Terima kasih tambahan nya!
      Salam papadaan Banjar jua gasan nang di Samarinda!

      Hapus
  8. tambahan juga: pandir artinya bodoh sedangkan bhs banjar artinya ngomong hahahahahahahhaha....

    BalasHapus
  9. butuh eh maksudnya "utuh"panggilan kpd pria belum kenal
    sanggar=pisang goreng
    kental=getah karet
    taksi=angkot(biasa nya antar provinsi
    sepeda=motor
    para=pohon getah

    BalasHapus